UJIAN TENGAH SEMESTER

 

Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran

Jurusan/Prodi : Pendidikan Geografi B

Dosen :

Dr. Toto Ruhimat, M.Pd.

R. Nadia Hanoum, M.Pd.

 

Petunjuk Pengerjaan :

  • Sifat Ujian : TAKE HOME EXAMINATION.
  • Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan tepat dan singkat.
  • Jawaban diketik dengan font 12 spasi 1.5, diserahkan paling lambat tanggal 18 April 2012
  • Jawaban yang sama dianggap copy paste/mencontek; sehingga tidak akan diperiksa dan tidak ada perbaikan.
  • Wajib mencantumkan daftar pustaka yang menjadi rujukan.

 

Pertanyaan :

 

  1. Apa yang Saudara ketahui tentang : Ideal Curriculum, Actual Curriculum, dan Hidden Curriculum? Jelaskan hubungan ketiganya!
  2. Jelaskan dan beri contoh masing-masing dari peranan kurikulum : Peranan Konservatif, Peranan Kreatif/dinamis, dan Peranan Evaluatif/kritis!
  3. Kemukakan apa yang dimaksud dengan landasan filosofis, landasan psikologis, landasan social-budaya, dan landasan teknologi dalam pengembangan kurikulum; kemudian berikan contoh implikasinya dalam pengembangan kurikulum!
  4. Jelaskan apa yang dimaksud bahwa “Kurikulum itu merupakan suatu sistem”, komponen-komponen apa saja yang harus ada dalam sistem kurikulum tersebut dan bagaimana kaitannya satu sama lain?
  5. Apa yang dimaksud dengan prinsip khusus pengembangan kurikulum? Apakah menurut Saudara penerapan kurikulum KTSP disekolah yang Saudara kunjungi sudah memperhatikan prinsip-prinsip khusus tersebut? Jelaskan!
  6. Coba Saudara identifikasi pengorganisasian isi dan model pengembangan kurikulum KTSP kemudian beri penjelasan singkat mengenai bentuk pengorganisasian dan model tersebut!
  7. Apa yang dimaksud dengan evaluasi kurikulum? Apakah kaitannya dengan pengukuran dan tes? Apakah tujuan evaluasi tersebut?
  8. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan, mengacu kepada standar isi, standar kompetensi lulusan, dan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.

Apa yang dimaksud dengan kurikulum operasional, standar isi, dan standar kompetensi lulusan tersebut?

 

Selamat Bekerja

Percayalah pada kemampuan sendiri

JAWABAN

 

1. a. Ideal curriculum adalah kurikulum yang berisi sesuatu yang baik, yang diharapkan atau   dicita-citakan sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum.

b. Actual curriculum adalah kurikulum actual sebaiknya sama dengan kurikulum ideal atau setidak-tidaknya mendekati kurikulum ideal, apa yang terlaksana dalam proses belajar mengajar atau yang menjadi kenyataan dalam kurikulum yang direncanakan atau terprogram dalam pendidikan.

c. Hidden curriculum adalah kurikulum yang terjadi dari segala sesuatu yang mempengaruhi ketika sedang mempelajari sesuatu. Kurikulum tersembunyi muncul ketika sedang berlangsungnya kurikulum ideal atau kurikulum actual. Kurikulum tersembunyi ini sangatlah kompleks sulit di ketahui dan di nilai.

Hubungan antara ketiganya adalah ketiganya saling keterkaitan, apabila salah satunya mengalami pencapaian atau pelaksanaan yang kurang maksimal maka hasilnya akan mempengaruhi kurikulum-kurikulum yang lainnya.

 

2. a. Peranan konservatif adalah menekankan bahwa kurikulum itu bisa dijadikan sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai budaya masa lalu yang masih relevan dengan masa kini kepada generasi muda. Contohnya guru mempengaruhi atau membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup dilingkungan masyarakatnya.

b. Peranan kreatif atau dinamis adalah menekankan bahwa kurikulum harus selalu mengikuti perkembangan jaman, harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Contohnya kurikulum yang digunakan harus mengandung hal-hal yang dapat membantu setiap siswa semua potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru, kemampuan-kemampuan baru, serta cara berpikir baru yang dibutuhkan dalam kehidupannya.

c. Peranan evaluative atau kritis adalah peranan ini di latar belakangi oleh adanya budaya masyarakat yang senantiasa mengalami perubahan sehingga pewarisan nilai-nilai budaya kepada peserta didik harus disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi pada masa sekarang. Contohnya kurikulum tidak hanya mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan.

 

 

3. a. Landasan filosofis

Filsafat sendiri memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum, kajian filosofis sendiri meliputi substansi keilmuan dan batang tubuh keilmuan yang kemudian diturunkan untuk menjadi isi pelajaran yang kemudian disampaikan kepada siswa. Kedudukan filsafat sendiri dalam pengembangan kurikulum sangatlah penting karena filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan, dapat menentukan materi yang akan diberikan kepada siswa, menentukan cara atau strategi pencapaian belajar siswa dalam tujuan pendidikan ,dan filsafat juga dapat menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan.

Contoh implikasinya penyusunan kurikulum yang sesuai dengan filsafat bangsa indonesia yaitu pancasila.

b. Landasan psikologis

Nana syaodih sukmadinata 1997 mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari prilaku individu dalam perkembangannya, sedangkan psikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam konteks belajar. Mengajar sendiri tidak cukup hanya dengan penguasaan materi saja tetapi keahlian psikologis untuk memahami setiap perilaku anak dan perkembangannya, setiap fase perkembangan anak sangat di pengaruhi oleh berbagai factor baik keluarga, lingkugan dan masyarakat yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Kondisi ini menuntut guru untuk memperlakukan seorang anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

Contoh implikasinya bisa memahami perilaku anak pada setiap fase perkembangannya agar semua siswa bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

c. Landasan social budaya

Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, tetapi untuk bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai yang ada di masyarakat. Kehidupan masyarakat yang kaya akan budaya dan segala karakteristik menjadi landasan dan acuan bagi pendidikan. Israel scheffer (nana syaodah sukmadinata, 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal perubahan masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan social budaya dalam suatu masyarakat, baik local, nasional, maupun global.

Contoh implikasinya adanya pelajaran muatan lokal atau contohnya ada pelajaran bahasa sunda dan ada juga bahasa jawa, sesuai dengan budaya masing-masing daerah.

d. Landasan Teknologi

Perkembangan kemajuan IPTEK mempengaruhi juga dalam perkembangan kurikulum, sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi situasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian. Kemajuan IPTEK ini hendaknya direspon secara positif dan antusias oleh pengembang kurikulum untuk dapat dimanfaatkan demi kepentingan pendidikan, disisi lain dengan perkembangan IPTEK yng semakin maju sekolah ditantang dengan sejumlah kurikulumnya untuk dapat berpartisipasi dalam kemajuan IPTEK.

Contoh implikasinya adanya pelajaran TIK pada sekolah-sekolah, untuk menyesuaikan kurikulum yng digunakan dengan perkembangan IPTEK jaman sekarang.

4. Kurikulum merupakan suatu system yang terdiri dari komponen-komponen tertentu. System kurikulum terbentuk oleh empat komponen yaitu komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi pencapaian tujuan dan komponen evaluasi. Sebagai suatu system setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Apabila salah satu komponen yang membentuk system kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainnya, maka system kurikulum pun akan terganggu pula.

5. Prinsip khusus terdiri dari beberapa prinsip pengembangan kurikulum khusus yaitu :

a. Prinsip yang berkaitan dengan dengan tujuan pendidikan adalah tujuan pendidikan  mencakup tiga tujuan yaitu tujuan jaka panjang, menengah, dan jangka pendek.

b. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan adalah didalamnya harus dipertimbangkan hal-hal berikut : penjabaran tujuan pendidikan baik umum dan khusus, isi bahan pelajaran, urutannya harus sistematis.

c. Prinsip berkaitan dengan pemilihan proses belajar mengajar adalah untuk menentukan kegiatan belajar mengajar tersebut hendaknya memperhatikan hal-hal berikut variasi mengajar, pencapaian tujuan keaktifan, urutan kegiatan, dan kecocokan metode mengajar.

d. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran adalah ada beberapa pegangan yang digunakan untuk alat bantu yaitu cara pembuatan, orang dan pembiayaan serta waktu pembuatan, pengorganisasian alat dan bahan, penggunaan multimedia.

e. Prinsip yang berkenaan dengan Evaluasi adalah dalam pengembangan krikulum harus memperhatikan prinsip-prinsip evaluasi yaitu objektif, komperehensif, kooferatif, mendidik, akuntabilitas dan praktis.

Setelah melakukan pengamatan di SMA Nusantara 1 Bandung ternyata prinsip-prinsip khusus tersebut sudah dilaksanakan tapi penerapannya belum mencapai hasil yang maksimal.

 

6. Bentuk pengorganisasian kurikulum ada tiga macam yaitu separated subject curriculum, correlated curriculum, integrated curriculum sebenarnya pemisahan tersebut lebih bersifat teoritis, karena pada kenyataannya tidak ada kurikulum yang secara mutlak mendasarkan pada salah satu bentuk saja tanpa mengaitkannya dengan yang lain.

Model pengembangan kurikulum ktsp memiliki tiga ranah model yaitu student-centered activities, student activity and thinking skill dan spiritual question and intelektual queton, ketiganya berpusat pada kegiatan dan keterampilan siswa untuk menciptakan iklim yang kondusif untuk membangkitkan semangat belajar dan semuanya sesuai dengan keyakinan dan keagamaan peserta didik yang dianut.

 

7. Evaluasi kurikulum adalah tahapan penting sekaligus unsur pertama dalam kurikulum untuk dapat mengetahui tentang informasi keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kurikulum. Untuk mengetahuinya apakah berhasil atau tidak kita tinggal membandingkan tujuan awal dengan hasil, apabila hasilnya memperlihatkan ketercapaian dengan tujuan maka dikatakan bahwa kurikulum yang dilaksanakan tercapai dengan baik. Evaluasi kurikulum ini dapat mencakup keseluruhan kurikulum atau masing-masing komponen kurikulum seperti tujuan, isi, atau metode pembelajaran yang ada dalam kurikulum tersebut. Evaluasi kurikulum penting dilakukan dalam rangka  penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Kaitannya dengan pengukuran dan tes adalah evaluasi adalah tahap atau proses yang terdiri atas pengukuran yaitu kalimat yang dipakai untuk melihat pencapaian target dengan menggunakan terminology kuantitatif (angka), maka untuk membuat putusan akhir dari proses evaluasi harus dengan mengumpulkan data dari interpretasi penilaian dan hasil pengukuran dengan cara melakukan tes. Tujuan evaluasi sendiri adalah untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pelaksaan kurikulum yang telah dilaksanakan, untuk mengetahui area kelemahan kurikulum sehingga dari hasil evaluasi dapat dilakukan proses perbaikan menuju yang lebih baik, sebagai bahan pembuat keputusan apakah kurikulum tersebut terus dijalankan tetapi perlu merevisinya atau kurikulum tersebut diganti dengan kurikulum yang baru.

 

8. a. Kurikulum operasional adalah kurikulum yang sedang di laksanakan sebagai acuan untuk mencapai tujuan pendidikan, tapi dalam pengolahannya di serahkan ke sekolah masing-masing untuk mengolahnya menjadi kurikulum yang mencapai tujuan pendidikan.

b. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kompetensi tamatan, kompetensi isi, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005) standar isi ditetapkan dengan peraturan menteri pendidikan nasional No 22 Tahun 2006.

c. Standar kompetensi lulusan adalah standar kompetensi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati, sebagaimana yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 23 Tahun 2006.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA