KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Shalawat serta salam marilah senantiasa kita junjungkan kehadirat Nabi Muhammad SAW.

Makalah yang berjudul “ENERGI dan KEHIDUPAN” ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah EKOLOGI dan LINGKUNGAN. Secara garis besar makalah ini berisi deskripsi mengenai energi, seperti konsep dan pengertian energi, komponen atau faktor penyusun energi, ketergantungan diantara faktor-faktor penyusun energi, macam-macam energi.

Kami hendak mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan bahan materi ini, terutama kepada Bapak Prof. Dr. Wanjat Kastolani, M.Pd yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyusun makalah ini.

Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, kami dengan senang hati menerima saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami selaku penyusun khususnya dan umumnya bagi para pembaca dan pengguna makalah ini. Amin.

Alhamdulillaahirrabbil’alamiin.

Wassalamualaikum wr.wb

Bandung, Oktober 2011

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Energi merupakan sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Energi mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan.Energi juga bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hampir semua aktivitas manusia selalu membutuhkan energi. Misalnya untuk penerangan, proses industri atau untuk menggerakkan peralatan rumah tangga diperlukan energi listrik, untuk menggerakkan kendaraan baik roda dua maupun empat diperlukan bensin, serta masih banyak peralatan di sekitar kehidupan manusia yang memerlukan energi. Sedangkan kehidupan dalam geografi yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, tercermin dalam berbagai hal, antara lain dalam persebaran pemukiman, persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk (sekolah, rumah, pasar dan industri), peristiwa alam seperti banjir, gempa, letusan gunung api, cuaca, iklim dan sebagainya.

Di dalam geosfer peristiwa-peristiwa alam banyak yang berkaitan dengan kehidupan manusia secara langsung ataupun tidak langsung. Secara langsung maksudnya manusia dapat merasakan sedangkan tidak langsung maksudnya berpengaruh terhadap manusia walaupun manusia tersebut tidak semua merasakannya. Dalam uraian berikut akan dijelaskan obyek kajian material dan obyek kajian formal dalam kaitan dengan kehidupan sehari-hari.

1.2              Rumusan Masalah

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penyusun miliki, maka penyusun tentu tidak akan menguraikan materi secara luas. Untuk mengambil masalah demi tersusunnya makalah ini, maka penulis mencoba merumuskan masalah dan menarik pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud energi?
  2. Apa yang dimaksud dengan kehidupan?
  3. Apa yang dimaksud dengan teori kehidupan?

1.3              Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang diharapkan penulis dari makalah ini adalah :

  1. Memahami apa yang dimaksud dengan energi.
  2. Memahami apa yang dimaksud dengan kehidupan.
  3. Memahami apa yang dimaksud dengan teori kehidupan.

1.4              Manfaat Penulisan

Manfaat yang ingin diberikan penyusun dari penulisan makalah ini adalah :

  1. Para pembaca dapat memahami apa yang dimaksud dengan energi.
  2. Para pembaca dapat memahami apa yang dimaksud dengan kehidupan.
  3. Para pembaca dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan teori kehidupan.

1.5       Metode Penelitian dalam Penyusunan Makalah ini Penyusun        Menggunakan Beberapa Metode, diantaranya :

1. Kajian Pustaka

2. Browsing Internet

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Energi

            Energi didefinisikan sebagai suatu kesanggupan untuk melakukan kerja. Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang hokum konservasi energi, hukum-hukum termodinamika, lingkungan energi, konsep produktifitas, rantai makanan dan jarring makanan serta tingkat tropik, kualitas energi.

A. Ilustrasi dari hukum konservasi  energi ditunjukkan pada gambar  1 disamping ini:

ENERGI MATAHARI

ENERGI PANAS

DAERAH DINGIN                                                   DAERAH PANAS

ENERGI ANGIN

MENGGERAKAN

AIR                                                                 TURBIN

OTEC                                                              GENERATOR

TENAGA LISTRIK

MENGGERAKAN MESIN, DLL Gambar: 1 Perubahan dan energi matahari menjadi energi lain

Dari gambar 1 dapat dijelaskan sebagai berikut (Perubahan dan energi matahari menjadi energi lain):

  1. Energi matahari adalah energi panas yang sesampaianya di bumi memanaskan daratan dan lautan.
  2. Daratan mempunyai massa lebih padat dari air laut maka lebih dulu menjadi panas dibandingkan lautan.
  3. Tempat yang panas materinya menjadi renggang, sehingga tekanannya menjadi turun.
  4. Dengan demikian tekanan di darat lebih rendah daripada di lautan, sehingga terjadi aliran udara yang disebut angin dari laut ke darat pada siang hari.
  5. Aliran angin ini adalah energi yang kita sebut energi kinetik karena dapat menggerakkan baling baling turbin.
  6. Energi dari baling baling ini dapat memutar dinamo atau generator listrik, sehingga dihasilkan tenaga listrik.
  7. Tenaga atau energi listrik dapat berubah menjadi penggerak motor atau tenaga mesin.
  8. Air laut yang digerakkan angin berubah menjadi gelombang. Laut dengan gelombang yang cukup tinggi dapat diubah menjadi sumber tenaga listrik yang dikenal dengan istilah otec (ocean thermal energy conversion)
  9. Energi listrik dapat pula dirubah menjadi energi panas misalnya setrika listrik, dapat pula berubah menjadi energi suara misalnya pada pengeras suara atau lempeng suara yang disebut laser disk.

Hukum konservasi merumuskan tentang pemakaian energi:

Energi dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori (Nebel, 1991):

  • Energi kinetik atau energi aktif
  • Energi potensial atau energi berkemampuan

Energi kinetik adalah energi yang menyebabkan gerak atau aksi. Energi potensial mempunyai kemampuan menghasilkan energi kinetik. Radiasi panas, roda kincir dan listrik adalah contoh energi kinetik. Energi potensial, misalnya air terjun, yang mampu menggerakkan turbin listrik, contoh lainnya adalah energi kimia di dalam baterai, bahan bakar fosil, bahan peledak dan kayu bakar. Dari gambaran tentang energi di atas jelaslah bahwa yang dibicarakan adalah masalah alam.

1

2

3

SM

EV

RR

RT

TT

RR1

RR

RR

RT

RT

EV

SM

SM

RK

RR1

Gambar 2: Energi hanya pindah tempat, jadi tidak dapat dihilangkan

Keterangan:

SM            : Sinar Matahari

TT              : Transpirasi Tanaman

EV             : Evaporasi

RT             : Radiasi Tanah

RR             : Radiasi Rumah

RR1           : Radiasi Rumah Baru

RK            : Radiasi Kapal

Dari gambar 2 dapat disimpulkan:

konversi tumbuhan menjadi perumahan / lahan terbuka dapat menambah energi panas atau naiknya suhu bumi.

Dari gambar 2 dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Sinar matahari (SM) yang merupakan sumber energi jatuh di bumi. Untuk memudahkan memahami perubahan energi ini, energi matahari yang jatuh ke bumi adalah 100 %.
  2. Untuk memudahkan pengertian, energi sinar matahari yang 100 % itu jatuh pada 4 bagian bumi yaitu tanaman (hutan), bangunan (rumah), tanah dan perairan terbuka.
  3. Ada 2 sifat energi yang sampai ke bumi

Pertama: energi tersebut terpakai untuk kegiatan di bumi, misalnya untuk kegiatan tanaman yang disebut transpirasi tumbuhan (TT) atau untuk penguapan air yang disebut evaporasi (EV).

Kedua: energi dipantulkan sebagai radiasi panas, misalnya pemantulan oleh rumah (RR) dan pemantulan oleh tanah (RT)

dalam hal ini untuk mempermudah pengertian kita anggap TT, EV, RT, RR sepadan jumlahnya jadi masing masing 25 % sehingga dapat digambarkan persamaan:

SM = TT + EV + RT + RR

  1. Dalam persamaan tersebut, energi yang dipantulkan ke alam sekitar atau lingkungan adalah RT + RR saja yaitu 50% jumlahnya yang kita rasakan sebagai suhu lingkungan kita, sementara 50% lainnya terpakai TT dan EV
  2. Jika kita simulasikan, misalnya semua tanaman dibabat habis untuk pemukiman sehingga 75% energi (RR1 + RT + RR) dipantulkan, sehingga suhu terasa lebih panas dibandingkan dengan ketika tanaman masih ada
  3. Semua permukaan perairan telah ditempati oleh kapal kapal atau perairan telah berubah menjadi pelabuhan, panas sinar matahari yang semula digunakan untuk evaporasi atau penguapan (EV) sekarang dipantulkan oleh kapal kapal. Terlihat semua energi sinar matahari (SM) dipantulkan sebagai radiasi panas (RR1, RK, RT, RR) sehingga lingkungan dengan pelabuhannya terasa semakin panas.
  4. Konversi tumbuhan (hutan) dan perairan menjadi perumahan atau lahan terbuka menyebabkan naiknya suhu bumi. Karena tumbuhan hijau berperan sebagai penyerap energi panas, itulah sebabnya untuk mendapatkan lingkungan yang segar dan sejuk diperlukan penghijauan yang memadai. Dan tumbuhan dapat mempengaruhi suhu lingkungan sekitarnya, hutan dikatakan sebagai pengatur iklim mikro (micro climate).
  5. Terlihat pula bahwa pelabuhan dengan kapal kapal yang merapat di dermaga seolah olah menyebabkan suhu lingkungan meningkat. Hal ini benar, nyatanya Tanjung Priok di Jakarta lebih tinggi suhunya dari pada Kebayoran Baru, Tanjung Mas di Semarang lebih panas daripada di daerah Candi. Dalam skala yang lebih besar kota kota pelabuhan seperti Jakarta, Semarang lebih panas dari pada Bogor dan Salatiga.
  6. Contoh lain terkait hukum konservasi energi di bidang kimia:reaksi oksidasi molekul glukosa

C6H12O6 + 6O2                        6CO2 + 6H2O

Digambarkan bahwa tidak terjadi perubahan dalam arti pertambahan atau pengurangan energi, yang terjadi hanya perubahan bentuk dari glukosa dan oksigen menjadi karbon dioksida dan air dengan jumlah energi yang tetap

B. Hukum-hukum Termodinamika

1.Hukum termodinamika pertama

Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain tetapi tak pernah bertambah atau berkurang (tak pernah diciptakan baru dan dihancurkan).

Misalnya cahaya adalah salah satu bentuk energi, untuk itu dia dapat diubah menjadi kerja panas atau energi potensial dari makanan. Tergantung pada keadaan, tetapi tak pernah berkurang jumlahnya. Sebagian dari energi cahaya yang menjadi energi panas dari tanah menjadi energi kinetik dari pergerakan angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. Energi tidak hilang dengan menaikan air, tetapi menjadi energi potensial karena energi laten (tersimpan) dalam air yang menyebabkan air dapat dinaikan dengan ubah menjadi beberapa tipe energy dengan membiarkan air jatuh kembali kedalam sumur.

Zat organic yang dihasilkan oleh aktivitas fotosintesis tumbuh-tumbuhan hijau mengandung energy potensial yang akan berubah ke lain bentuk bila zat organic itu dipakai oleh organisme. Energi potensial dalam bentuk makanan dapat dipergunakan oleh hewan. Sebagian besar dari makanan hewan itu diubah menjadi panas dan hanya sedikit diubah menjadi protoplasma baru. Pada setiap langkah dalam pengalihan energy dari suatu organism ke yang lain sebagian dari energy didegradasikan menjadi panas.

2.Hukum termodinamika dua

Tak ada suatu prosespun yang menyangkut transformasi energi akan terjadi secara spontan, kecuali jika disertai degradasi energi dari bentuk yang pekat ke bentuk yang tipis (memencar) panas misalnya dalam bentuk suatu objek yang panas akan segera memencar lebih ke dalam lingkungan yang dingin. Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi. Energi yang disampaikan ke permukaan bumi sebagai cahaya matahari diimbangi oleh energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas. Esensi kehidupan ialah perkembangan dari perubahan-perubahan seperti pertumbuhan penggandaan dan sintesis.

C .Lingkungan Energi

pada lapisan teratas atmosfer besarnya radiasi adalah kurang lebih2 gcal/cm2/detik. Jumlah ini akan berkurang apabila melewati atmosfer paling banyak 67% (1,34 gcal/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. Radiasi matahari pada lapisan atmosfer adalah konstan dibandingkan dengan:

1.Radiasi matahari yang mencapai permukaan laut pada hari yang cerah

2.Sinar matahari yang menembus mendung sempurna

3.Cahaya yang menembus vegetasi

Jadi, radiasi matahari semakin berkurang dan terjadi perubahan spectrum energy bilamana ia melewati awan, air, dan vegetasi.

Absorsi dalam atmosfer secara luas mengurangi cahaya nampak dan secara tidak beraturan mengurangi radiasi inframerah. Cahaya Nampak tersebut sedikit berkurang ketika melewati awan yang tebal dan air yang berarti bahwa fotosintesis dapat ditelusurkan pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih. Vegetasi menyerap gelombang panjang cahaya nampak yang berwarna biru dan merah serta inframerah secara lemah. Pada daerah perbukitan atau daerah pegunungan di belahan bumi utara permukaan lereng dibagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian selatan lebih kecil daripada yang diperoleh dipermukaan datar hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim setempat dan vegetasi.

D. Konsep Produktivitas

Produktivitas ialah laju produksi azat-azat organik dalam suatu ekosistem yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi zat-zat organik melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau.

Di bawah ini diberikan beberapa batasan (defenisi) yang penting :

  1. Produktivitas primer dari suatu ekosistem ialah laju konversi energi cahaya menjadi zat organik melalui fotosintetis dan khemosintetis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau).
  2. Produktivitas primer bruto ialah laju dari fotosintetis total, termasuk zat-zat organik yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran; dikenal pula dengan istilah asimilasi total.
  3. Produktivitas primer neto ialah laju dari penyimpanan zat-zat organik di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran, disebut juga fotosintetis nyata (apparent photosynthetis) atau asimilasi neto.

Biasanya jumlah energi/zat organik yang digunakan untuk pernafasan ditambahkan kepada jumlah fotosintesis nyata, sebagai koreksi untuk menaksir jumlah produktivitas bruto.

  1. Produktivitas komunitas neto, yaitu laju dari penyimpanan zat-zat organik yang tidak digunakan heterotrof (jadi, produktivitas primer neto dikurangi konsumsi oleh heterotrof) selama waktu pengukuran, biasanya selama musim tumbuh atau setahun.
  2. Produktivitas skunder adalah laju dari penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau dekomposer.

Jadi, produktivitas primer sebenarnya adalah drajat energi sebagai hasil fotosintetis dan khemosintetis dari organisme produser (terutama tumbuhan hijau) dalam bahan organik yang dapat dipergunakan sebagai makanan. Sedangkan produktivitas skunder adalah drajat persediaan energi pada tingkat konsumer dan dekomposer.

Derajat produksi yang tinggi, baik pada ekosistem alami maupun ekosistem budidaya, terjadi apabila faktor-faktor fisik cocok, lebih-lebih lagi apabila ada subsidi dari luar. Subsidi energi yang dimaksud dapat terbentuk hasil kerja dari angin dan hujan di suatu hutan hujan. Energi pasang surut di suatu daerah estuaria atau bahan bakar binatang atau energi kerja manusia yang digunakan dalam pertanian.

Pengertian subsidi itu sendiri adalah sejumlah energi tambahan yang dapat mengurangi kerugian dalam rangka mempertahankan kondisi suatu ekosistem sehingga energi yang utama dapat lebih banyak digunakan untuk konversi menjadi produksi.

Hal lain lagi yang harus diingat mengenai pengertian umum dari pada subsidi energi adalah bahwa pada suatu perangkat keadaan lingkungan ia dapat bertindak sebagai pendukung, tetapi pada keadaan lingkungan yang lain dapat bertindak sebagai penguras energi yang mengurangi produktivitas.

Sebagai contoh evapotranspirasi mungkin merupakan suatu tekanan energi pada iklim-iklim kering, tetapi merupakan subsidi energi di dalam iklim basah.

Produktivitas primer berbeda secara vertikal dan horisontal. Secara vertikal, di perairan dekat pantai produksi primer paling tinggi terdapat pada kedalaman 30 m dari permukaan, tetapi di laut terbuka zone produksi primer dapat mencapai kedalaman 100 m dari permukaan. Di semua perairan puncak fotosintetis cendrung terjadi dekat di bawah permukaan air dimana fitoplankton dapat menerima cukup energi matahari. Di dalam hutan pun fotosintetis lebih intensif di bagian-bagian tajuk pohon yang teratas.

Secara horisontal, produksi primer berbagai ekosistem dunia, baik ekosistem perairan maupun daratan, akan berbeda menurut perbedaan fisisnya. Khlorofil memegang peranan yang amat penting dalam produksi primer. Hubungan antara jumlah khlorofil dengan laju fotosintetis dinyatakan sebagai rasio asimilasi, yaitu laju produksi per gram khlorofil, yang ditunjukkan sebagai gram O2/jam/gram khlorofil. Jumlah khlorofil yang paling tinggi berada pada komunitas yang berlapis-lapis seperti hutan; dan pada umumnya jumlah khlorofil lebih tinggi pada komunitas daratan daripada komunitas perairan.

Produksi primer digunakan oleh manusia sebagai pangan, serat dan bahan bakar. Panen bahan pangan di dunia merupakan 1 persen dari produksi primer neto atau 0,5 persen dari produksi primer bruto biosfer.

Negara-negara yang sedang berkembang umumnya mempuyai produksi pangan rendah perhektar, sebab mereka terlalu miskin untuk memberikan subsidi energi. Suatu kenyataan yang suram yang harus dihadapi ialah bahwa produksi pangan dunia lebih dekat ke kisaran yang lebih rendah dan bukan ke kisaran yang lebih tinggi, dan di negara yang sedang berkembang kenaikan hasil tidak secepat pertambahan penduduknya.

Untuk separoh penduduk dunia, kayu adalah bahan bakar utama. Di negara-negara paling miskin, kayu dipakai lebih banyak dari kemampuan produksinya, sehingga terjadi kerusakan hutan yang cepat. Dari segi ini, mengingat makin menipisnya persediaan minyak bumi, penggunaan kayu harus lebih ditekan dengan misalnya mendaurulangkan kertas, sehingga kayu pulp dapat digunakan sebagai sumber energi.

e. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan tingkat tropic

Pemindahan energi makanan dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan, dinamakan rantai makanan. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah, tetapi berhubungan satu sama lainnya, membentuk jaring-jaring makanan. Pada dasarnya rantai makanan atau jaringan makanan adalah pengalihan energi, yang dimulai dari radiasi matahari yang diubah oleh produser ke dalam bentuk energi kimia dan energi potensial, dan seterusnya ke dalam bentuk-bentuk lainnya.

Odum (1983) membagi rantai makanan dalam 2 tipe dasar, yaitu rantai makanan perumputan, yang mulai dari tumbuhan sebagai dasar herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan hidup) dan terus ke carnivora (organisme pemakan binatang): dan rantai detritus, yang dimulai dari bahan-bahan mati ke mikro-organisme dan kemudian ke mikro-organisme yang makan sisa dari predatornya. Di dalam komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya diperoleh dari tumbuhan dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk ke dalam tingkat tropik yang sama. Jumlah rangkaian/langkah tersebut biasanya 4 sampai 5 langkah. Makin pendek rantai makanan, makin besar energi yang tersedia yang dapat diubah menjadi biomass.

Binatang-binatang dan konsumer lainnya tidaklah semata-mata pasif sebagai pemakan di sepanjang rantai makanan. Mereka sering berusaha untuk memberikan umpan balik yang positif.

f. Kualitas Energi

Energi memiliki kualitas maupun kuantitas. Jumlah yang sama dari bentuk-bentuk energi yang berbeda bervariasi besar di dalam potensi kerjanya. Kualitas energi diukur dengan energi yang digunakan di dalam transformasi atau lebih spesifik dengan jumlah dari satu tipe energi yang diperlukan untuk membangun bentuk energi yang lain di dalam rantai transformasi energi seperti rantai makanan atau rantai konversi energi pembangkit tenaga listrik. Apabila kualitas yang dikonversi ke dalam bentuk-bentuk baru menurun, kualitas dari bagian yang dikonversi itu ditingkatkan secara proporsional pada tiap-tiap tahap. Dengan kata lain, apabila kuantitas menurun maka kualitas akan meningkat. Suatu faktor kualitas dapat didefinisikan sebagai jumlah kalori sinar matahari yang perlu digunakan untuk memproduksi satu kalori dari bentuk kualitas yang lebih tinggi (misalnya makanan atau kayu). Struktur kimia sumber energi menentukan kualitasnya sebagai sumber makanan bagi konsumer. Apakah energi potensial di dalam suatu komponen tersedia bagi konsumer, tergantung pada nilai kualitas sumber sebagai makanan.

2.2 Pengertian Kehidupan

            Kehidupan (bdk. biota) adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penopang diri (organisme hidup) dengan objek yang tidak memilikinya, baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati. Ilmu yang berkaitan dengan studi tentang kehidupan adalah biologi.

Organisme hidup mengalami metabolisme, mempertahankan homeostasis, memiliki kapasitas untuk tumbuh, menanggapi rangsangan, bereproduksi, dan—melalui seleksi alam—beradaptasi dengan lingkungan mereka dalam generasi berturut-turut. Organisme hidup yang lebih kompleks dapat berkomunikasi melalui berbagai cara. Sebuah susunan beragam dari organisme hidup (bentuk kehidupan) dapat ditemukan di biosfer di bumi, dan sifat-sifat umum dari organisme ini—tumbuhan, hewan, fungi, protista, archaea, dan bakteri—adalah bentuk sel berbasis karbon dan air, dengan organisasi kompleks dan informasi genetik yang bisa diwariskan.

Dalam filsafat dan agama, konsepsi kehidupan dan sifatnya bervariasi. Keduanya menawarkan interpretasi mengenai bagaimana kehidupan berkaitan dengan keberadaan dan kesadaran, dan keduanya menyentuh isu-isu terkait, termasuk sikap hidup, tujuan, konseptuhan atau dewa, jiwa atau kehidupan setelah kematian.

Untuk mendefinisikan “kehidupan” dalam istilah yang tegas masih merupakan tantangan bagi para ilmuwan dan filsuf. Mendefinisikan “kehidupan” adalah hal yang sulit, karena hidup adalah sebuah proses, bukan substansi murni.[9] Definisi apapun harus cukup luas untuk mencakup seluruh kehidupan yang dikenal, dan definisi tersebut harus cukup umum, sehingga, dengan itu, ilmuwan tidak akan melewatkan kehidupan yang mungkin secara mendasar berbeda dari kehidupan di bumi.

Biologi

Karena tidak ada definisi tegas dari kehidupan, pemahaman saat ini bersifat deskriptif: kehidupan merupakan ciri organisme yang menunjukkan semua atau sebagian besar dari fenomena berikut, yaitu:

1. Homeostasis: Pengaturan kondisi internal untuk mempertahankan keadaan konstan, misalnya, konsentrasi elektrolit atau mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu.

2. Organisasi: Secara struktural terdiri dari satu atau lebih sel, yang merupakan satuan dasar kehidupan.

3. Metabolisme: Transformasi energi dengan mengubah bahan kimia dan energi menjadi komponen selular (anabolisme) dan mengurai bahan organik (katabolisme). Makhluk hidup membutuhkan energi untuk mempertahankan organisasi internal (homeostasis) dan untuk menghasilkan fenomena lain yang terkait dengan kehidupan.

4. Pertumbuhan: Pemeliharaan tingkat yang lebih tinggi dari katabolisme dan anabolisme. Organisme yang tumbuh bertambah dalam ukuran di semua bagian-bagiannya, bukan hanya sekadar mengumpulkan materi.

5. Adaptasi: Kemampuan untuk berubah selama periode waktu dalam menanggapi lingkungan. Kemampuan ini merupakan hal mendasar untuk proses evolusi dan ditentukan oleh perwarisan watak organisme maupun komposisi zat yang di-metabolisme, dan berbagai faktor eksternal.

6. Respon terhadap rangsangan: respon dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, dari kontraksi organisme uniseluler terhadap bahan kimia eksternal, sampai dengan reaksi kompleks yang melibatkan semua indera organisme multiseluler. Tanggapan sering dinyatakan dengan gerak, misalnya, daun tanaman berbalik ke arah matahari (fototropisme) dan oleh kemotaksis.

7. Reproduksi: Kemampuan untuk menghasilkan organisme individu baru, baik secara aseksual dari organisme orang tua tunggal, atau secara seksual dari dua organisme induk.

2.3 Teori Tentang Sistem Kehidupan

Untuk mewakili fenomena minimum yang diperlukan, beberapa definisi biologis lain telah diusulkan, antara lain:

  • Sebuah jaringan umpan balik negatif rendah (mekanisme regulasi) yang berada di bawah umpan balik positif yang lebih tinggi (potensi ekspansi, reproduksi).
  • Definisi sistemik kehidupan adalah bahwa makhluk hidup bersifat mengorganisir diri dan autopoiesis (memproduksi sendiri). Variasi dari definisi ini mencakup definisi Stuart Kauffman sebagai agen otonom atau sistem multi-agen yang mampu mereproduksi dirinya sendiri atau diri mereka sendiri, dan menyelesaikan setidaknya satu siklus kerja termodinamika.
  • Hidup adalah sistem kimia mandiri yang mampu menjalani evolusi Darwin.
  • Hal-hal yang memiliki kemampuan untuk metabolisme dan pergerakan.
  • Hidup adalah penundaan pembauran atau penyebaran spontan energi internal dari biomolekul menuju kondisi mikro yang lebih potensial.
  • Makhluk hidup adalah sistem termodinamika yang memiliki struktur molekul yang terorganisir.

 

BAB III

SARAN DAN KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
            Energi didefinisikan sebagai suatu kesanggupan untuk melakukan kerja.

Energi terbagi menjadi hukum konservasi energi, hukum-hukum termodinamika, lingkungan energy, konsep produktifitas, rantai makanan dan jaring makanan serta tingkat tropic, kualitas energi. Dan Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penopang diri (organisme hidup) dengan objek yang tidak memilikinya, baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati.

3.2 Saran

            Dalam kondisi kepadatan penduduk sekarang ini pastilah energi yang diperlukan juga banyak agar bisa mencukupi kebutuhannya. Oleh arena itu di anjurkanlah keada kita agar menghemat energi agar suatu saat nanti di kehidupan yang akan datang kita tidak kekurangan energi.

Tetapi ada juga cara lain yaitu dengan menggunakan energi yang blum terlalu banyak digunakan oleh manusia, atau energi alternativ. Denagn begitu kita tidak akan kekurangan energi yang kita butuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

Resosoedarmo, Prof.Dr. Soedjirman. Pengantar Ekologi. Remadja Karya Cv

http://akuakulturunhas.blogspot.com/2008/11/energi-dalam-ekologi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan